Salah SMS!

gue pernah bertanya bagaimana kita menjalankan keseharian dalam pekerjaan saat ini. jawaban kawan gue yang sudah berpengalaman adalah meminimalisir bahkan meniadakan persepsi apapun dalam kepala. kemudian membangun jaringan menjadi penting sebab pekerjaan ini adalah menghubungkan peluang-peluang yang ada dalam program. mencari champion dan membina agar bisa menjadi motor penggerak masyarakat adalah penting, namun jangan terjebak zona nyaman dengan pengaruh champion, karena membaur dan melebur tidak akan baik jika bersembunyi dari bayangan champion.

kemudian pengalaman gue pagi ini adalah salah kirim pesan singkat. sialnya SMS tidak seperti WA yang bisa di delete dan aman. isi sms gue sebenernya konfirmasi terkait transfer duit. lah gue lagi “ngomongin” lo tapi kirimnya ke lo! karena panik, sebut saja begitu, buru-buru gue delete itu sms. sialnya itu champion yang akan dibina. sialnya yang on duty saat ini gue, dewekan. seingat gue, isi SMS yang dikirim masih bahasa sopan tapi… gitu deh.

Advertisements

Rumah Om E

Kami memanggilnya Om E, pemilik rumah yang digunakan oleh kawan sebagai “basecamp”.

Menjelang azan Isya tadi, Om E berpamitan untuk keluar selama beberapa hari. Sebagai tuan rumah Om E sangat sopan sekali, beberapa kali saya berbincang dengan warga bahwa Om E cenderung warga yang tidak banyak bicara. Sempat pula selama Om E tidak ada dirumah banyak warga yang datang mencari, ternyata Om E sering diminta tolong untuk membantu membelah kayu bakar.

Rumah Om E sederhana, dibangun dengan kayu, memiliki 3 kamar, 2 kamar mandi (satu dengan Water Closet dan satu lagi dengan bak besar khusus mandi), dapur yang luas dan sebuat spot favorit kawan-kawan berkumpul sebuah ruangan besar antara dapur dengan ruangan-yang-bisa-disebut-dengan-ruang-tamu.

Spot favorit kawan-kawan berkumpul terdapat sebuah meja lengkap bersamanya colokan listrik, kemudian bangku yang kok ya pas dengan postur tubuh saya jika sedang mengerjakan laporan. Spot favorit ini semi terbuka, sirkulasi udara sangat baik. Terasa adem, tidak terlalu panas jika terik dan tidak pula menjadi dingin ketika turun hujan. Jam makan tiba setelah berjibaku memasak, menyantap makanan tersebut di Spot Favorit ini. Atau sekedar diskusi sampai ketiduran. Pdahal posisi Spot Favorit ini berada di belakang rumah loh..

Om E tinggal sendiri di rumah ini, saya tidak terlalu paham detil ceritanya. Selain ruang favorit, rumah Om E adalah lokasi favorit saya dalam mencuci baju dan belajar memasak dan mencuci piring kotor. Jadi, disini listrik tersedia 24 jam dan air yang dijatah per 3 hari sekali.

Fyi, beberapa daerah yang saya kunjungi, listrik tidak ada selama 24 jam begitu juga air. Jika kamu beruntung maka malam mu benderang bersama lampu yang menyala karena tenaga genset. Beberapa kasus saya tidak mandi beberapa hari sebab ketersediaan air yang terbatas.

Kamu pernah menanak nasi menggunakan tunggu kayu bakar? Atau menggoreng telur diatas tunggu kayu bakar? Atau minimal merajang air panas untuk menyeduh secangkir kopi?

Jika sudah pernah, pernah membandingkan rasa dengan sajian dari kompor gas?

Jika belum pernah, coba sekali sekali saja dalam perjalanan hidupmu. Pengalaman yang seru dengan rasa yang asik.

Masakan yang tercampur dengan asap hasil pembakaran kayu sepertinya memberikan cita rasa khas dan nikmat. Secara sanitasi dan higienitas belum pernah saya uji khusus namun secara umum dapur adalah area wajib bersih dan selalu akan dibersihkan.

Pengalaman memasak menggunkan tungku kayu bakar sering saya alami, lebih tepatnya memperhatikan, jika berkesempatan pulang kampung. Rumah nenek adalah wisata pengalaman kecil saya yang berharga.

Salam dari Saengga, Teluk Bintuni.

 

Kedai kopi di Fakfak

Tulisan ini saya upload dari sebuah kedai kopi di Fakfak, Cafe Dijiku. Kami, saya dan rekan, bertukar pengalaman tentang selera kopi masing-masing. Rencana kami adalah untuk menyelesaikan laporan namun apadaya, rasa rindu dan menjaga eksistensi dengan dunia luar mengoyak semangat rampungkan laporan itu sendiri.

Saya, sebenernya sedang menyelesaikan peta. Rekan saya sibuk dengan segala rupa cerita kantor dan berkomunikasi melalui gawai. Ah, ini kan demi terselesaikan program juga. Malam semakin larut dan kami belum juga diusir.

Malam ini di Fakfak cuaca cerah sejak pagi. Ada kesenangan tersendiri bisa menemukan kedai kopi yang asik ini. Setidaknya ada fasilitas yang sehat untuk duduk lama di depan laptop.

Salam